Dewan Pakar G20Mei bersama sejumlah tokoh masyarakat Kutim melepasliarkan burung merpati, Rabu (4/2/2015). (TRIBUN KALTIM/SYAIFUL SYAFAR)

SANGATTA – Serangkaian acara memeriahkan deklarasi organisasi Gerakan 20 Mei (G20Mei), Rabu (4/2/2015) di Kantor Camat Sangatta Utara, Jalan Sudirman.

Sedikitnya 2.000 buku dipajang dalam ajang Sangatta Book Fair di gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Sangatta Utara. Beragam koleksi buku sekolah dan buku umum bisa diperoleh di lokasi tersebut dengan harga miring. Buku-buku ini disuplai dari penerbit besar di Samarinda dan Perpustakaan Daerah. Ajang Sangatta Book Fair dibuka selama tiga hari, 4-7 Februari 2015.

Dalam deklarasi G20Mei, juga digelar pelepasan burung merpati oleh sejumlah tokoh masyarakat. Kegiatan ini sebagai simbol melepasliarkan hewan ke alam bebas demi menjaga keseimbangan ekosistem.

Pada kesempatan itu, panitia juga menggelar penanaman 500 bibit pohon di sepanjang Jalan Sudirman. Pohon yang ditanam adalah jenis mahoni dan kiara pancang.

“Kita mengharapkan melalui kegiatan ini bisa menghijaukan Kota Sangatta, sekaligus mencoba mewujudkan Sangatta sebagai kota taman,” ujar Ketua DPP G20Mei Kutai Timur Asri Tawang.

Rencananya, pada Kamis (5/2/2015) besok, ormas G20Mei juga menggelar seminar desentralisasi. Seminar yang mengangkat tema Asimetris Desentralisasi atau Otonomi Khusus dalam Kerangka Bhinneka Tunggal Ika, bakal menghadirkan pembicara Prof Dr Irman Putra Sidin (pakar tata negara) dan Bupati Kutim Isran Noor.

“Tema soal otsus sebenarnya sudah lama kita diskusikan sejak Juli 2014. Persiapannya disusun secara matang, sehingga baru terlaksana sekarang. Jadi, bukan kita latah karena isu otsus sedang ramai,” pungkas Asri. (*)

 

Sumber : Tribunkaltim.co

Facebook Comments